Safety di Lintasan, Safety di Jalan
Materi safety riding ini pada dasarnya
adalah teknik berkendara yang aman untuk menghindari resiko atau ancaman
bahaya yang mungkin terjadi di jalan. JJDC sendiri memakai istilah
defensive driving, menurut Jufri Pulubuhu, pendiri JJDC, istilah ini
lebih dikenal di luar negeri, karena pada dasarnya keselamatan dalam
berkendara adalah soal pertahanan diri (defense). Sementara
faktor-faktor bahaya dianggap bersifat eksternal alias datang dari di
luar. “Hanya saja di Indonesia kita lebih familiar dengan istilah safety
riding,” paparnya. Adapun materi dalam pelatihan ini di antaranya
adalah manajemen resiko, persepsi bahaya, persepsi adanya reaksi, dan
blind spot (faktor-faktor pemicu kecelakaan).
Salah satu pebalap yang menjadi Duta
Safety Riding Yamaha adalah M. Zaki (Yamaha Trijaya). Pebalap muda ini
menyatakan kalau banyak dari teknik-teknik yang ia dapatkan dalam
training ini, belum ia ketahui sebelumnya. “Beda sekali dengan waktu
balapan,” imbuhnya, seraya menambahkan teknik pengereman sebagai salah
satu yang baru ia pelajari di pelatihan ini. Zaki menggaris bawahi juga
kalau ada teknik yang bisa ia aplikasikan dalam balapan, yakni teknik
menghadapi crash. “Kalau di depan kita ada tabrakan, lalu pandangan kita
ke tabrakan itu, kita pasti akan terbawa ke sana dan bisa-bisa ikut
jatuh. Tapi kalau pandangan kita luas, kita bisa menghindari tabrakan
tersebut,” paparnya bersemangat.
Selepas pelatihan ini, bergelar Duta
Safety Riding para pebalap muda ini akan membagi pengetahuan mereka
tentang safety riding ke masyarakat luas. Lewat aktifitas yang diadakan
Yamaha maupun di keseharian mereka dalam masyarakat.